Strategi Membangun Sistem Pendidikan Online

Jakarta- Pembelajaran daring menjadi primadona saat ini. Pandemi Covid-19 mempengaruhi proses belajar mengajar di seluruh jenjang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Tempo Media Group (TMG) menyelenggarakan seminar Dialog Industri dengan judul Strategi efektif Membangun Pendidikan Online, Rabu (23/7).

Acara yang dimoderatori oleh Burhan Sholihin ini mengundang beberapa narasumber yang berasal dari sisi pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan pakar seperti Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam; Rektor Universitas Gadjah Mada, Panut Mulyono; Rektor Universitas Sebelas Maret, Jamal Wiwoho; Rektor Universitas Parahyangan Bandung, Mangadar Situmorang; Direktur Utama Lintasarta Arya Damar; dan dari Universitas Pendidikan Indonesia, Itje Chodidjah.

Sistem pendidikan tinggi jarak jauh telah diinisasi di Indonesia sejak tahun 90-an oleh Universitas Terbuka. Nizam menjabarkan jika integrasi pendidikan secara online terus dikembangkan sejak saat itu. Tahun 2000-an diinisasi global learning network Indonesia. Kemudian tahun 2004 muncul Indonesia Higher Education Network (INHERENT) untuk saling berbagi modul pembelajaran. Jaringan ini berhasil menyatukan sekitar 300 perguruan tinggi Indonesia.

“9 Maret 2020 kita mentransformasi pendidikan tinggi ke pembelajaran daring akibat pandemi Covid-19,” tutur Nizam.

Transformasi radikal yang terjadi dalam proses belajar mengajar di kampus menciptakan berbagai kendala. Beberapa perguruan tinggi belum siap dengan Learning Management System (LMS) secara daring. Banyak dosen juga belum siap dengan konten pembelajaran secara daring. Serta masalah konektivitas internet yang tidak merata di daerah.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) menanggapi kendala tersebut dengan beberapa kebijakan. Ditjen Dikti menyiapkan laman berbagi LMS di Sistem Pembelajaran Daring Indonesia (SPADA Indonesia). Dosen turut diberi kesempatan meningkatkan kemampuan pedagogi secara daring melalui seri webinar selama dua bulan. Serta, bekerja sama dengan penyedia jasa internet untuk membantu menyediakan kuota khusus pendidikan.

Contoh lain, di Universitas Gadjah Mada (UGM) proaktif mendukung proses pembelajaran daring di kampus. Tahun 2019, UGM menetapkan SK rektor yang menyatakan bahwa 40% dari semua konten mata kuliah boleh disampaikan secara daring. Bahkan saat ini UGM meluncurkan house production untuk membantu dosen menyusun visual konten pembelajaran daring.

Rektor UGM Panut Mulyono menyampaikan Sebanyak 78% hasil survei pembelajaran daring di UGM menyatakan berjalan dengan baik.

Diakhir penutup, Arya Damar selaku Direktur Lintasarta mengatakan jika pembelajaran daring akan menjadi sebuah kebutuhan di masa depan. Kolaborasi dalam berbagi modul akan lebih mudah dan murah jika berada dalam satu akses bersama atau cloud computing. Sehingga mempermudah sivitas akademika saling bertukar modul pembelajaran termutakhir dengan biaya terjangkau.
(YH/HIl/NN/DZI/FH/DH/NH)

Humas Ditjen Pendidikan Tinggi
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Please follow and like us:
46
Twitter
Facebook
Instagram
Instagram